Gunung Ijen, Destinasi Cantik Di Jawa Timur

Keelokan alam Indonesia jadi daya tarik tertentu buat pelancong. Buat fans rekreasi alam, gunung dapat jadi salah satunya tujuan rekreasi favorite. Nah, salah satunya tujuan alam menarik untuk didatangi ialah Gunung Ijen yang ada di Banyuwangi, Jawa Timur.

Walau tidak setenar Gunung Bromo, Rinjani, atau Semeru, Gunung Ijen mempunyai kejadian langka yang cuma ada dua di dunia serta jadi salah satu di Indonesia, yakni kejadian api biru atau yang sering disebutkan blue fire. Blue fire berlangsung karena proses dari gas bumi saat berjumpa oksigen di tingkat spesifik hingga membuahkan api memiliki warna biru. Kejadian ini jadi daya tarik tertentu buat beberapa pelancong, bagus di dalam atau luar negeri.

Kejadian ini diketemukan di tahun 1950 oleh penambang yang kerja di Gunung Ijen serta baru dibeber di tahun 2014 kemarin. Agar bisa lihat kejadian langka itu, beberapa pelancong harus mendaki Gunung Ijen yang mempunyai ketinggian 2.443 mtr. di atas permukaan laut serta kemiringan 40 derajat ini, semasa dua sampai tiga jam. Tetapi, perkiraan waktu pintas di atas tergantung juga pada situasi fisik dari setiap pelancong yang ingin mendaki. Oleh karenanya, kesehatan badan tetap harus dijaga sebelum lakukan pendakian.

Walau Gunung Ijen adalah tempat rekreasi, mendaki gunung itu cukup kuras tenaga. Tidak bingung jika beberapa pengunjung yang ingin mendaki dianjurkan untuk lakukan persiapan fisik dengan olahraga teratur sebelum lakukan pendakian. Pelancong cuma bisa lihat kejadian blue fire pada jam 02.00 sampai 04.00 pagi. Blue fire akan lenyap pada jam 05.00 pagi. Namun, sesudahnya pelancong dapat nikmati sunrise yang tidak kalah indah dari Gunung Ijen ini.

Pelancong dapat merasai keelokan dari kawah Gunung Ijen yang memiliki warna hijau turquoise yang terlihat seperti danau. Waktu yang sangat pas untuk tiba ke Gunung Ijen ialah waktu bulan Juli sampai September. Di saat itu tengah berjalan musim kemarau hingga jalan yang dilewati di saat mendaki gunung masih berbentuk pasir kering, tidak licin, serta tentu saja aman buat pengunjung.

Buat kamu yang ingin mendaki, kecuali lakukan persiapan fisik, dianjurkan mempersiapkan perlengkapan waktu mendaki, contohnya senter. Mengingat blue fire cuma bisa disaksikan pada pagi hari hingga penerangan benar-benar minim. Oh ya, lebih bagus jika kamu bawa senter tipe kepala sebab tentu saja akan mempermudah kamu waktu beraktivitas pendakian.

Tidak itu saja, sebab di Gunung Ijen bersebaran banyak debu serta gas belerang yang tercium benar-benar kuat waktu ada di pucuk, seharusnya beberapa pendaki bawa masker tebal. Kamu bisa membasahi masker itu dengan air untuk kurangi debu yang terhirup serta gas yang masuk. Sebaiknya kamu mendaki Gunung Ijen waktu hari biasa untuk hindari keramaian. Waktu musim berlibur, tempat itu akan dipadati oleh beberapa pengunjung.

Utamakan keselamatan waktu bertandang sebab kawah gunung berkadar asam yang tinggi. Kandungan asam itu serta bisa meleburkan badan manusia. Oleh karena itu, tetap waspada ya waktu tengah bertandang!

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *